Videos of Sporty Goal

Emmanuel Emenike: Wujudkan Mimpi


Sporty Goal Saat Nigeria meraih trofi Piala Afrika kedua kalinya pada 1994 silam, Emmanuel Emenike baru menginjak usia 6 tahun 11 bulan 7 hari. Seperti yang dia katakan dalam wawancaranya dengan MTNFootball.com, waktu kecil dia bercita-cita bisa mengikuti jejak Rashidi Yekini cs yang mengalahkan Zambia dengan skor 2-1 di partai final (10/4/94).

Tak disangka, nasib baik menaungi Emenike. Sejak melihat negaranya menjuarai Piala Afrika 1994, 18 tahun 10 bulan 11 hari kemudian, Emenike berhasil mewujudkan cita-citanya. Dia berperan besar mengantarkan Super Eagles meraih gelar juara Piala Afrika 2013 setelah di final mengalahkan Burkina Faso 1-0 (10/2). Itu merupakan gelar ketiga Nigeria di turnamen terbesar antarnegara di Benua Afrika tersebut.

“Tuhan telah menggariskan ini kepada diriku. Mimpi hampir 19 tahun yang mungkin bagi sebagian orang hanyalah candaan seorang anak kecil, kini menjadi kenyataan. Sulit bagiku untuk melukiskannya dengan kata-kata pencapaian saat ini meski aku tidak tampil di laga final,” beber Emenike kepada MTNFootball.com .

Penyerang yang saat ini bermain bersama Spartak Moskva itu memang tak turun di laga final karena mengalami sedikit masalah pada hamstring  kakinya. Oleh pelatih Stephen Keshi, dia sengaja tak dimainkan murni pertimbangan teknis. Keshi butuh pemain yang benar-benar fit di laga final. Selain itu, dia pun tak ingin mengambil risiko dengan memainkannya. Keshi menyimpan Emenike di bangku cadangan.

Meski demikian, Emenike tetap memiliki peran besar dalam pencapaian istimewa Super Eagles kali ini. Tanpa gelontoran empat golnya di penyisihan grup, perempat final, dan semifinal, Nigeria mungkin tak lolos ke final dan menjadi juara. Berkat ketajamannya itu, Emenike pun berhak atas gelar top skorer. Torehan golnya sebenarnya sama dengan Wakaso Mubarak (Ghana). Tapi, karena lebih banyak mencetak gol lewat open play , Emenike yang berhak atas gelar tersebut.

Trofi Piala Afrika 2013 seakan menjadi muara kecemerlangan karier Emenike selama ini. Meski tak bermain di liga elite seperti Serie-A, Liga BBVA, Premier League, atau Bundesliga 1, bintang Emenike tetap berpendar. Justru bersama klub di liga-liga minor, dia mampu membuat dunia terus mengamati aksinya. (edy) Sumber: duniasoccer

Related News

No comments:

Leave a Reply